Ustadz Salafi

Minggu, 08 November 2009,



Ada sebagian rekan yang dalam beberapa kesempatan menyebut saya sebagai “Ustadz Salafi“. Penyebutan ini sejatinya menimbulkan persoalan yang cukup dilematis, sehingga saya merasa kurang nyaman dengan penyebutan tersebut. Hal ini tentu bukan karena saya menolak prinsip: “memahami al-Qur’ān dan Sunnah dengan tidak menyimpang dari metodologi (manhaj) Salaf yang shalih”. Bahkan, saya sangat meyakini kebenaran prinsip yang dibangun di atas dalil-dalil yang sangat banyak jumlahnya tersebut (yang rasanya tidak perlu saya sebutkan di sini, karena sudah diketahui bersama).

Secara terminologis, siapapun yang menjalankan prinsip di atas, yakni: siapapun yang ber-Islam dengan tidak menyimpang dari konsensus (ijmā`) dan metodologi (manhaj) Salaf maka ia adalah Salafi. Pada perspektif terminologis ini, maka saya berharap dan berusaha termasuk ke dalam jajaran Salafi. Bahkan, tidak ada pilihan lain bagi siapapun—tanpa terkecuali—untuk menjadi seorang Muslim yang benar kecuali dengan menjadi Salafi. Demikianlah sekiranya mengacu pada definisi terminologis Salafi belaka.

Sedikit Bekal Bagi Penentang AGAMA SYIAH

Kamis, 29 Oktober 2009,


Puji dan syukur mari kita panjatkan bersama atas kehadirat Allah SWT yang telah menjadikan kita sebagai mahluk Nya yang senantiasa diberikan kepercayaan guna menjadi khalifah dimuka bumi ini, serta senantiasa berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Salawat dan salam juga tidak lupa kita curahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita kepada jalan yang lurus menuju keridhoan Allah SWT hingga akhir zaman.
Tulisan ini sengaja dibuat berdasarkan pengalaman yang penulis alami selama bergaul dan berdebat dengan beberapa rekan-rekan saya yang beragama syiah yang dengan sangat giat sekali untuk mendoktrin siapa saja yang dianggapnya target sasaran aqidahnya.